Sejak bangkitnya di tanggal 22 Oktober 1844 setelah melewati sebuah kekecewaan besar, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) terus saja meneliti tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali. Setiap lembar Alkitab di selidiki dengan penuh doa dan ketelitian agar jangan ada satupun petunjuk yang terlewatkan dan menuntun kepada kesimpulan yang keliru. Pengalaman adalah guru yang terbaik, tapi kepahitan adalah sebuah batu loncatan untuk terus mendalami nubuatan ilahi tentang akhir zaman.
Wahyu 10:9, "Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."
Indonesia adalah salah satu dari 212 Negara yang telah di masuki oleh GMAHK. Pelayanan demi pelayanan telah dibuat dan jumlah umat semakin bertambah dari tahun ke tahun. Menurut data terkini keanggotaan jemaat GMAHK sedunia di tahun 21,769,076 jiwa dari 92,186 gereja dan 72,746 perkumpulan berdasarkan data tanggal 30 Septermber 2020 (www.adventist.org/church/statistics/).
Pada penelitian dalam Kitab Yesaya 60:6, 7 didapati bahwa masih ada satu tugas suci yang belum terlaksanan dengan baik dimana focus pelayanan GMAHK wajib diarahkan. Saudara dekat dari Bani Israel adalah Bani Ismael. Dalam nubuatan Yesaya, mereka harus berada diatas Mezbah TUHAN sebagai korban yang berkenan kepada-Nya.
Oleh karena inilah maka GMAHK membentuk sebuah pelayanan khusus yang diberi nama Adventist - Muslim Relation untuk mendidik umat GMAHK tentang keberadaan dan keimanan saudara-saudari Muslim kita dan menjalin hubungan dengan umat Islam sambil memberikan informasi yang benar tentang umat Advent di dalam nubuatan akhir zaman. Pada akhirnya dunia akan melihat Ishak dan Ismael berdiri berdampingan dipandangan TUHAN saat menguburkan jenazah Ayah mereka, Abraham (Kej 25:9) yang diwakili oleh keturunan mereka pada hari Maranatha!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar